Visi SD Negeri Sawahdadap III adalah: "Terwujudnya Komunitas Belajar SDN Sawahdadap III yang Inovatif Berbasis Digital, Berakar pada Nilai-Nilai Lokal Sunda, dan Berbudaya Lingkungan pada Tahun 2030."
MISI SD NEGERI SAWAHDADAP III
Untuk mewujudkan visi "Terwujudnya Komunitas Belajar SDN Sawahdadap III yang Inovatif Berbasis Digital, Berakar pada Nilai-Nilai Lokal Sunda, dan Berbudaya Lingkungan pada Tahun 2030", sekolah mengemban misi sebagai berikut:
1. Mengembangkan Ekosistem Komunitas Belajar yang Inklusif, Aman, dan Mengutamakan
Kesejahteraan Psikologis (Well-being)
Menyelenggarakan tata kelola sekolah partisipatif yang melibatkan pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, dan masyarakat sebagai satu kesatuan komunitas yang saling belajar dan saling mendukung.
Ciptakan lingkungan belajar yang inklusif, ramah anak, bebas dari perundungan (bullying), dan menjamin kenyamanan emosional serta mental seluruh warga sekolah.
Meningkatkan kapasitas profesionalisme guru dan staf secara berkesinambungan melalui budaya kolaborasi, refleksi diri, dan pembiasaan berbagi praktik baik (community of practice).
2. Mewujudkan Pembelajaran Inovatif Berbasis Digital dan Kecerdasan Buatan secara Bijak
Menerapkan pembelajaran yang transformatif, kreatif, dan interaktif dengan memanfaatkan teknologi digital tepat guna serta Artificial Intelligence (AI) secara etis untuk mendukung diferensiasi belajar peserta didik.
Memfasilitasi literasi digital dan cyber ethics sejak dini agar peserta didik mampu bernalar kritis, cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
Menyediakan sarana pendukung dan infrastruktur pembelajaran digital yang mudah diakses dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
3. Menginternalisasi Nilai-Nilai Luhur Lokal Sunda sebagai Kompas Moral dan Karakter Warga
Sekolah
Menanamkan filosofi Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh dalam budaya interaksi sehari-hari di sekolah untuk membentuk karakter peserta didik yang santun, berakhlak mulia, dan berempati tinggi.
Mengintegrasikan kearifan lokal Sunda, bahasa ibu, seni, dan tradisi daerah ke dalam kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler sebagai upaya melestarikan identitas dan ketahanan budaya.
Membangun kebanggaan dan kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya lokal di tengah pesatnya arus arus globalisasi dan digitalisasi.
4. Membangun Budaya Sekolah Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan (Green Culture)
Membiasakan gaya hidup ramah lingkungan (green lifestyle) melalui program partisipatif pengelolaan sampah, konservasi energi, dan penghijauan lingkungan sekolah.
Mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dan isu perubahan iklim ke dalam proyek pembelajaran kontekstual berbasis aksi nyata.
Mewujudkan program Sekolah Ramah Lingkungan (SRL) yang melibatkan seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar secara aktif demi menjaga kelestarian alam dan kebersihan ekosistem.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar